
PONOROGO, 14/02/2026 – MA Al-Imam Sawoo kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan berbasis karakter dengan mengirimkan lima santri terbaiknya dalam Wisuda Tahfidz yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo.

Keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian individu, melainkan buah manis dari kolaborasi strategis antara MA Al-Imam Sawoo dengan Pondok Pesantren Daarul Hizbi, Kecamatan Sawoo.
Sentuhan Tangan Dingin Pembina
Di balik layar suksesnya para penghafal Al-Qur’an ini, terdapat program pembinaan intensif yang dipandu langsung oleh Ustadzah Hifdhi Mashlihatus Sa’adah. Melalui tangan dingin beliau, para santri dididik untuk menjaga kualitas bacaan sekaligus ketahanan hafalan.
Sinergi harmonis antara kurikulum madrasah dan disiplin pesantren inilah yang menjadi kunci lahirnya capaian luar biasa dari lima duta madrasah, yakni:
- Via Roudhotul Jannah (Capaian 9 Juz)
- Salvia Putri (Capaian 8 Juz)
- Naila Shokhibah (Capaian 7 Juz)
- Meisaroh Maharani Putri (Capaian 6 Juz)
- Muthia Safitri (Capaian 1 Juz)
Pesan PLT Bupati: Peran Orang Tua dan Madrasah
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh PLT Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa lahirnya seorang hafidz dan hafidzah bukanlah proses instan, melainkan hasil kerja keras kolektif.

“Pencapaian luar biasa anak-anak kita hari ini tidak lepas dari peran krusial orang tua yang terus mendoakan dan mendukung, serta madrasah yang dengan sabar membimbing. Sinergi antara rumah dan sekolah inilah yang menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan generasi emas penghafal Al-Qur’an di Ponorogo,” tegas PLT Bupati Ponorogo.
Beliau juga membakar semangat para wisudawan agar terus istiqamah dalam menjaga hafalan (murajaah) sebagai pedoman hidup.
Totalitas Dukungan dan Rasa Syukur
Dukungan penuh juga ditunjukkan oleh Kepala MA Al-Imam Sawoo, Ust. Sukariyadi, S.Pd yang mendampingi langsung para santri, bahkan memfasilitasi antar-jemput peserta sebagai bentuk apresiasi nyata atas jerih payah mereka.
Bagi para santri, wisuda ini menjadi momen yang penuh kesan mendalam. Naila Shokhibah, salah satu peserta wisuda, mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga atas kesempatan berharga ini.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur dan senang bisa ikut wisuda tahfidz ini. Selain menjadi penghargaan atas hafalan kami, kegiatan ini juga terasa seperti rihlah (wisata religi) yang menyenangkan bersama teman-teman pondok. Kami jadi lebih semangat untuk terus menambah hafalan,” ungkap Naila penuh antusias.

Visi Mencetak Generasi Berdaya Saing
Melalui partisipasi aktif ini, MA Al-Imam Sawoo dan PP Daarul Hizbi berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan daya saing tinggi di tengah masyarakat.
