Sawoo, 12/12/25 — MA Al-IMAM Sawoo resmi memulai program baru bertajuk MAAISA Qur’ani Movement (MQM), sebuah gerakan pembiasaan membaca Al-Qur’an yang bertujuan meningkatkan kualitas bacaan siswa secara menyeluruh. Program ini secara strategis diluncurkan untuk mengisi waktu jeda menjelang pembagian rapor semester ganjil dengan kegiatan yang produktif dan bernilai ibadah.

Program perdana ini mulai dilaksanakan pada Kamis, 11 Desember 2025, yang diawali dengan kegiatan pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an oleh tim guru pendamping. Pemetaan ini menggunakan tolok ukur kelancaran membaca (fashahah) dan ketepatan tajwid untuk mengelompokkan 50 peserta didik.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengelompokkan siswa sesuai tingkat kemampuannya, sehingga pendampingan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan adalah kunci efektivitas program ini,” ujar Risyatul Into Maisyaroh, Koordinator Program MQM. “Bagi kelompok Dasar, kami fokus pada latihan drill makhorijul huruf. Sementara kelompok Menengah mendapatkan materi tahsin lanjutan. Pendekatan yang terfokus membuat setiap sesi menjadi tepat sasaran.”

Setelah proses pemetaan, kegiatan MQM dilanjutkan setiap hari selama masa jeda pembelajaran hingga rapor resmi dibagikan. Seluruh siswa mengikuti sesi tadarus, muroja’ah, dan pendampingan intensif sesuai dengan level kemampuannya.

Program ini menonjolkan sistem pendampingan sebaya (peer mentoring), di mana  siswa-siswi terbaik yang telah lulus uji kelayakan tahsin dilibatkan sebagai mentor. Setiap mentor bertugas mendampingi 4-5 siswa di kelompoknya.

Perspektif ini disambut baik oleh peserta didik. Aditya, siswa kelas XI menyampaikan pengalamannya: “Saya merasa lebih nyaman dibimbing oleh teman sebaya. Rasanya lebih akrab, dan saya tidak ragu bertanya ketika ada bacaan yang masih salah. Ini sangat membantu saya jadi lebih cepat maju.”

Kepala MA Al-Imam Sawoo, Sukariyadi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat yang ditunjukkan oleh guru, mentor, dan seluruh peserta didik.

“Sebagai program baru, MQM kami hadirkan sebagai bentuk ikhtiar membangun budaya Qur’ani di madrasah,” ungkap beliau. “Selain untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi sarana pengisian waktu yang bermanfaat sambil menunggu pembagian rapor. Kami berharap, program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan pada mentor.”

Dengan dilaksanakannya MAAISA Qur’ani Movement (MQM), MA Al-Imam Sawoo berharap dapat mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter, disiplin, dan terus mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan menjadi agenda rutin madrasah di masa mendatang.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *