Ponorogo, 19 Juni 2024 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah, Ibu Iswahyuti, S.Pd., M.Pd., Pengawas Madrasah Kementerian Agama Ponorogo, menyelenggarakan kegiatan Desiminasi dan Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka. Acara yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Ponorogo ini dihadiri oleh kepala madrasah, waka kurikulum dan puluhan guru dari berbagai tingkatan MTs.MA (21 Madrasah Binaan).

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang menekankan pada pengembangan kompetensi siswa sesuai dengan potensi dan minat mereka, memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif. Ibu Iswahyuti menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap kurikulum ini agar dapat diterapkan secara efektif di madrasah.
Dalam sambutannya, Ibu Iswahyuti menyatakan, “Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada guru dan siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia saat ini. Melalui kegiatan diseminasi ini, kami berharap para pendidik dapat lebih memahami dan siap mengimplementasikan kurikulum ini di madrasah masing-masing.”
Kegiatan ini mencakup beberapa sesi, pembukaan, sambutan panitia termasuk pemaparan materi oleh narasumber, diskusi. Para peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi, yang dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep dan penerapan Kurikulum Merdeka.
Salah satu guru yang hadir, Ibu Yurike Erinaviza, S.Pd mengungkapkan kesannya, “Acara ini sangat bermanfaat bagi kami. Dengan adanya penjelasan langsung dari pengawas madrasah, kami menjadi lebih paham bagaimana menerapkan Kurikulum Merdeka di kelas kami. Kami juga mendapat banyak ide kreatif untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan bermakna bagi siswa.”
Selain itu, Ibu Iswahyuti juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru, kepala madrasah, dan pengawas dalam mendukung implementasi kurikulum. “Kesuksesan Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerjasama semua pihak yang terlibat dalam pendidikan. Mari kita bersama-sama wujudkan pendidikan yang lebih baik untuk generasi masa depan.”
Inti perubahan kurikulum sesungguhnya adalah perubahan di kelas dengan cara: cara mengajar harus berubah, cara menilai harus berubah, suasana kelas harus berubah, semangat anak-anak didik harus berubah dan Kekhasan Madrasah.
Kegiatan diseminasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam proses pembelajaran di madrasah-madrasah di Ponorogo, sehingga dapat mencetak generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan global.
Dengan komitmen kuat dari seluruh pihak terkait, implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah akan berjalan lebih lancar dan memberikan hasil yang optimal bagi para siswa. Ibu Iswahyuti dan timnya bertekad untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar penerapan kurikulum ini semakin baik di masa mendatang.
